Seragam Remaja Masjid Desa Ringintunggal



Batik Bojonegoro sekarang ini memang masih sedikit sekali peminatnya, terutama diluar dinas pemerintahan dan dinas pendidikan Kabupaten Bojonegoro yang memang diwajibkan memakainnya. Minat masyarakat dalam membeli produk-produk Batik Bojonegoro masih terbentur dengan sedikitnya pengrajin batik yang ada serta lokasi toko-toko yang masih jarang diketahui masyarakat. Kalau pun masyarakat tau tempat toko untuk membeli batik, masalah selanjutnya yang timbul adalah harga. Iya, harga memang masih lagi-lagi menjadi kurang diminatinya Batik Bojonegoro dengan batik-batik lainnya.

Untuk mengatasi banyak masalah tersebut, Kristal Jaya Batik yang berada di Desa Ringintunggal ingin sekali memberikan solusi serta memunculkan potensi batik Bojonegoro. Sedikit-demi sedikit masyarakat di Desa Ringintunggal mulai diperkenalkan dengan batik Bojonegoro dengan harga yang variatif murah dibandingkan toko. Ini adalah solusi jangka pendek yang dirasa bisa membangkitkan minat masyarakat untuk membeli, yang kemudian bisa digunakan sehari-hari sekaligus mempromosikan batik Bojonegoro itu sendiri.

Bahkan, Remaja Masjid yang ada di Desa Ringintunggal sekarang sudah memiliki seragam resmi menggunakan batik Bojonegoro dengan motif daun jati. Harga memang selalu menjadi pembeda, apabila dirasa sebuah barang memiliki harga yang murah pasti akan memiliki peminat. Termasuk seragam Remaja Masjid ini, harga yang digunakan Kristal Jaya Batik tidak mahal. Asalkan banyak orang yang mau menggunakan batik Bojonegoro.

Semoga rencana jangka pendek ini, bisa segera dirubah dengan strategi-strategi yang lebih berpotensi dan memiliki dampak yang luar biasa. Sehingga harga bukan lagi menjadi masalah, pengrajin pun bisa sedikit-demi sedikit mulai bisa menikmati hasil menjaga sebuah budaya. Kristal Jaya Batik mulai berinovasi dengan membuka sebuah Wisata Edukasi Batik yang dirasa sangat cocok untuk menjawab tantangan kedepan. Semoga masyarakat bisa lebih mencintai batik-batik asli produksi Bojonegoro dan bermotif Bojonegoro, sehingga budaya batik bisa dijaga dan dirawat bersama.

No comments:

Post a Comment